Artikel Bin Baz

Islamic Centre Bin Baz

5 HAL TENTANG QADHA PUASA

Abu Bassam | Kamis, 08 Juni 2017 - 07:29:32 WIB | dibaca: 414 pembaca

Pertama:
Qadha’ puasa tidak boleh dibatalkan kecuali jika ada uzur yang dibolehkan sebagaimana halnya puasa Ramadhan.
 
Kedua:

Tidak wajib membayar qadha’ puasa secara berturut-turut, boleh saja secara terpisah. Karena dalam ayat diperintahkan dengan perintah umum,

‎فعدة من أيام أخر

“Hendaklah mengqadha’ (mengganti puasanya) di hari lainnya.” (QS. Al-Baqarah: 184, 185)
 
Ketiga:
Jika puasanya batal satu hari, maka qadha’nya juga satu hari, bukan dua hari sebagaimana anggapan sebagian orang.
 
Keempat:
Qadha’ puasa tetap wajib berniat di malam hari (sebelum Shubuh) sebagaimana kewajiban dalam puasa Ramadhan. Puasa wajib harus ada niat di malam hari sebelum Shubuh, berbeda dengan puasa sunnah yang boleh berniat di pagi hari.
 
Kelima:
Ketika ada yang melakukan qadha’ puasa lalu berhubungan intim di siang harinya, maka tidak ada kewajiban kafarah, yang ada hanyalah qadha’ disertai dengan taubat. Kafarah berat (yaitu memerdekakan seorang budak, jika tidak mampu berarti berpuasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu berarti memberi makan pada 60 orang miskin, pen.) hanya berlaku untuk puasa Ramadhan saja.

oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

via  TG @kajianislamchannel

Sumber : https://rumaysho.com/13911-5-hal-tentang-qadha-puasa.html
 










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)