Artikel Pondok Jamil

Pondok Jamilurahman

NASEHAT SYAIK DR. SHALIH BIN SAAD AS-SUHAIMI

Abu Bassam | Rabu, 27 Juli 2016 - 11:01:37 WIB | dibaca: 1711 pembaca

Di acara pembukaan dauroh Syaik Dr. Shalih  bin Sa'd as-Suhaimi -حفظه الله- menyampaikan beberapa pesan, ringkasnya yang dapat kami catat:

Pertama: URGENSI KETAKWAAN

1. Takwa adalah wasiat Allah kepada umat terdahulu maupun umat belakangan.

وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ 

"dan sungguh kami wasiatkan kepada orang-orang yang diberikan kitab sebelum kalian dan kalian, agar bertakwa kepada Allah" [an-Nisa': 131]

2. Takwa adalah perkara yang paling dibutuhkan para menuntut ilmu agama, karena ini merupakan sebab terkuat untuk mendapatkan ilmu, Allah berfirman: 

واتقوا الله ويعلمكم الله 

"Bertakwalah kalian kepada Allah, Allah akan mengajarkan kepada kalian" [al-Baqoroh: 282]

3. Takwa jalan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, Allah berfirman:

ومن يتق الله يجعل له مخرجا

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah maka Allah akan beri jalan keluar" [ath-Thalaq: 2]

ومن يتق الله يجعل له من أمره يسرا

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberi memberikan kemudahan baginya" [ath-Thalaq: 4]

4. Takwa yang dimaksudkan adalah:

"Menjalankan ketaatan kepada Allah dengan mengharapkan pahala dari Allah, berdasarkan cahaya (tuntutan Allah). Menjauhi larangan Allah dengan mengharapkan pahala dari Allah dan berdasarkan cahaya (tuntutan dari Allah)".


Kedua: KONSISTEN DALAM MENUNTUT ILMU SAMPAI AKHIR HAYAT

1. Para penuntut ilmu yang mengharapkan pahala Allah dan mengharapkan ilmunya bertambah dan bermanfaat, maka harus konsisten dalam menimba ilmu sampai ajal menjemput.

Allah berfirman:

 وقل رب زدني علما

" Ya Allah tambahkan untukku ilmu" [Thaha: 114]

Rasulullah bersabda:

 " مَنْهُومَانِ لا يَشْبَعَانِ طَالِبُ عِلْمٍ وَطَالِبُ دُنْيَا"

"Dua golongan yang tidak puas untuk mencarinya, orang yang mencari ilmu dan orang yang mencari dunia" [Lihat shahîh al-Jâmi' ash-Shoghîr]

2. Ilmu itu didapat dengan cara talaqqi (belajar kepada guru), maka ilmu terus dicari baik di masjid, di kampus, dst.

3. Seorang setelah mendapatkan ilmu yang benar dan ada kesempatan, hendaknya dia menyampaikan pemahaman al-Qur'an dan Sunnah, kitab para ulama salaf, manhaj Ahlu Sunnah dalam segala aspek agama, baik  Ibadah, akhlak, Adab, hukum, ahwal syakhsiyah, dll.


Ketiga: AGAR BERSATU DI ATAS JALAN YANG LURUS DAN TIDAK BERCERAI BERAI.

Allah berfirman:

وأن هذا صراطي مستقيما فاتبعوه ولا تتبعوا السبل فتفرق بكم عن سبيله

"Sesungguhnya ini jalanku yang lurus ikutilah dan janganlah mengikuti jalan -jalan yang banyak, niscaya akan menceraikan kalian dari jalannya" [al-An'am: 153]

Rasulullah menafsirkan ayat, sebagaimana yang disampaikan sahabat Ibnu Mas'ud: "Rasulullah membuat garis yang lurus, kemudian membaca ayat: "Sesungguhnya ini jalanku yang lurus maka ikutilah". Kemudian membuat garis-garis pada sisi kiri dan kanan, kemudian beliau mengatakan: "Adapun jalan-jalan yang banyak ini, masing-masing ada setannya yang menyeru kepada-Nya"


Keempat: ILMU YANG BERMANFAAT

Ilmu kitab, Sunnah dan jalannya para pendahulu umat Islam yang shalih, inilah yang bermanfaat bagi umat. Imam Malik mengatakan: 

لا يصلح آخر هذه الأمة إلا بما صلح أولها 

"Tidak akan baik akhir umat ini kecuali dengan perkara yang menjadikan awal umat Islam dahulu baik"


Kelima: KEMULIAAN PARA DA'I DAN PENUNTUT ILMU AGAMA.

Para penuntut ilmu dan da'i mendapatkan dua keuntungan:

1. Dapat beribadah kepada Allah berdasarkan ilmu, Allah berfirman:

قل هذه سبيلي أدعو إلى الله على بصيرة

"Katakanlah (wahai Muhammad) aku menyeru kepada Allah berdasarkan ilmu". [Yusuf: 108]

2. Dia akan mendapatkan pahala terus sesuai dengan Ilmu yang diambil manusia sampai hari kiamat. Rasulullah bersabda: 

من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه

"Barang siapa yang mengajak (menunjukkan) ke jalan petunjuk, maka baginya pahala sesuai pahala orang-orang yang mengikutinya.." [Lihat shahîh al-Jâmi' ash-Shoghîr]

Semoga semua usaha yang dikerahkan ikhlas karena Allah dan sesuai tuntutan Rasulullah, dan semoga semua yang ikut andil membantu berjalannya dauroh amalnya diterima oleh Allah Ta'ala.

*Dauroh Syar'iyyah/Pembekalan Da'i dan Mubaligh SeIndonesia ke-17, kota Batu, Diselenggarakan oleh STAI ALI BIN ABI THALIB Surabaya

oleh: Ustadz Abdul Rahman Hadi, Lc حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى 
_

via Group WA Suara Al-Iman SURABAYA.
 
 
 










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)