Artikel Bin Baz

Islamic Centre Bin Baz

TAFSIR SURAT AL HUMAZAH (BAGIAN 1)

Abu Bassam | Kamis, 09 Maret 2017 - 08:01:38 WIB | dibaca: 2812 pembaca

الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه



Kita melanjutkan kajian kita yaitu tafsir dari Juz'amma, kita akan membahas dari surat Al Humazah.

Surat Al Humazah adalah surat Makkiyyah dengan kesepakatan para ulama. Diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam tatkala Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam di Mekkah, sebelum berhijrah ke kota Madinah.  

Surat ini topiknya berisi tentang cercaan dan ancaman bagi orang-orang yang suka mengumpat dan mencela. Oleh karenanya dibuka dengan perkataan Allah "waylun", celaka.

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ

"Kecelakaan bagi setiap pengumpat dan pencela."

Dalam Al Qur'an tidak ada surat yang dibuka dengan وَيْلٌ, kalimat ancaman "celaka" kecuali dua surat, yaitu:

⑴ Waylullilmuthaffifin - وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ

⑵ Waylullikulli humazatillumazah - وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَة


Surat yang pertama, waylullilmuthaffifin, adalah ancaman bagi orang-orang yang tidak menunaikan hak manusia, berkaitan dengan harta. Tatkala mereka menimbang harta orang lain maka mereka mengurangi timbangan tersebut.

Ini dicerca oleh Allah. Allah mengatakan, "Celaka bagi orang yang tidak adil dalam timbangan."

Surat yang kedua yang dibuka dengan وَيْلٌ, kecelakaan, adalah kecelakaan bagi orang-orang yang suka mengumpat dan mencela.

Dari sini kita paham bahwasanya mengganggu orang lain dari sisi hartanya atau dari sisi harga dirinya merupakan perkara yang besar dalam syariat. Oleh karenanya dalam hadits Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam  mengatakan:

فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالكُمْ وَأَعْرَاضكُمْ حَرَام عَلَيْكُم

"Ketahuilah bahwasanya darah kalian haram (tidak boleh ditumpahkan), demikian juga harta kalian haram (tidak boleh seorang mengambil harta orang lain), dan harga diri kalian juga haram (tidak boleh seorang menjatuhkan harga diri orang lain)."


(Hadits riwayat Muslim 3179, Versi Syarh Muslim nomor 1679)

Tatkala orang membunuh orang lain, dia diancam oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan akan dimintai pertanggungjawabannya pada hari kiamat kelak, demikian pula orang yang merampas hak orang lain, merampas harta orang lain.

Allah katakan, "Celaka kalian."

Sebagaimana menumpahkan darah orang lain adalah tercela, mengambil harta orang lain juga tercela. Demikian juga menjatuhkan harkat martabat /harga diri orang lain tanpa hak maka juga tercela.

Dari sini perlu kehati-hatian bagi kita untuk menjaga lisan kita agar tidak mudah mencela orang lain, menjatuhkan orang lain, tanpa ada dalil tanpa ada hak menghina orang lain. Karena diancam oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan kecelakaan.

Apa kaitannya surat Al Humazah dengan surat Al 'Ashr?

Para ulama menjelaskan surat Al 'Ashr Allah mengatakan:

إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

"Sesungguhnya semua manusia dalam kerugian."

Dalam surat Al Humazah, Allah menjelaskan, diantara kerugian tersebut adalah orang-orang yang terjerumus dalam umpatan dan celaan.

Ini orang-orang yang merugi.

Tentang makna wayl ( وَيْلٌ) ada 2 pendapat dikalangan ahli tafsir:

⑴ Wayl(وَيْلٌ) adalah "ismun wadin fijahannam", nama lembah yang ada di neraka Jahannam.


⑵ Wayl(وَيْلٌ) adalah celaan secara umum dan bukan khusus nama sebuah lembah di neraka Jahannam.


Al Imam Al Qurthubi rahimahullah Ta'ala dalam Tafsir-nya menyatakan kalimat wayl ( وَيْلٌ) celaka kembali kepada 3 makna, yaitu:

الْخِزْيُ وَالْعَذَابُ وَالْهَلَكَةُ

√ Al khizyu (kehinaan)
√ Al 'adzab (adzab)
√ Al Halakah (kebinasaan).


Tatkala Allah mengatakan وَيْلٌ, kalau kita artikan maka "celaka engkau", "hati-hati dengan adzab Allah", "hati-hati dengan kebinasaan" dan "hati-hati dengan kehinaan".

Sehingga, orang yang dikatakan kepadanya wayl ( وَيْلٌ)  maka terkumpul padanya 3 perkara yaitu: kehinaan,adzab dan kebinasaan.

Para ahli tafsir tatkala menafsirkan kalimat "humazah" dan "lumazah" ada perbedaan pendapat.

➤ Humazah

Humazah artinya al muqtab, artinya yang berghibah, menghibah orang lain menyebutkan kejelekan-kejelekan orang lain tatkala orang tersebut tidak ada.

➤ Lumazah

Lumazah artinya tha'an, mencela dihadapan orang tersebut dengan celaan dan cercaan.

Ada juga yang mengatakan humazah adalah mencela dengan menggunakan anggota tubuh adapun lumazah adalah mencela dan mencerca dengan menggunakan lisan.

Contoh Humazah:

⇒ Mencela dengan menggunakan tangan (misalnya) direndahkan atau dengan mencibir dengan bibirnya atau dengan matanya pandangan mengejek.  

Mencela orang lain dengan gerakan tubuh bisa dengan tangan, kepala, lirikan mata, mengoyangkan kepala. Ini yang namanya Humazah, ini pendapat yang kuat.

Adapun Lumazah, mencela seseorang dengan perkataan.

Contoh Lumazah:

⇒ Misalnya mengatakan,
√ "Dasar bodoh."
√ "Dasar pincang."
√ "Orang rendahan."


Ini perkataan-perkataan yang menunjukan penghinaan dan penghinaan tersebut muncul bukan karena penghinaan yang hak.

Seseorang boleh menjatuhkan orang lain kalau memang dia benar-benar berhak untuk dijatuhkan, kalau memang orang itu tercela, maka kita jatuhkan, tidak jadi masalah.

Akan tetapi yang jadi masalah disini adalah menjatuhkan orang lain (kaum muslimin) tanpa hak. Proses penjatuhan tersebut timbul karena kesombongan yang ada dalam diri si pengumpat (karena ada kesombongan).

Oleh karenanya dalam hadits, Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam menjelaskan tentang al kibr, kesombongan. Kata Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam:

الْكِبْرُ بَطْرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاس

"Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia."

(Hadits riwayat Muslim)

Kenapa?

Karena tidaklah seorang merendahkan orang lain tanpa hak kecuali karena dia merasa dirinya hebat, merasa dirinya tinggi. Karena dia merasa dirinya tinggi, maka mudah dia menjatuhkan orang lain.

Demikianlah kita sampaikan pada kesempatan kali ini, In sya Allah  besok kita lanjutan.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ  

____

oleh: Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA Hafizhahullah

---------------------------------------------
via Group WA BiAS (BimbinganIslam.com)

Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H0401

---------------------------------------------










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)