Artikel Bin Baz

Islamic Centre Bin Baz

TAFSIR SURAT AL HUMAZAH (BAGIAN 2)

Abu Bassam | Senin, 13 Maret 2017 - 08:33:31 WIB | dibaca: 2846 pembaca

Oleh: Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA Hafizhahullah

الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه
    


Kita melanjutkan kajian kita, yaitu tafsir dari Juz'amma yaitu surat Al Humazah.

Siapa dia?

 الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ

"yaitu seseorang yang mengumpulkan hartanya dan menghitung-hitungnya."

Ini diantara sebab kenapa dia sombong, yaitu karena dia merasa hartanya banyak.

Allah tidak mengatakan "wa'addahu" (menghitungnya) tapi Allah mengatakan "wa'addadahu", dan wazan fa''ala dengan tadh'if 'ainulfi'il menunjukan mubalaghah.

Seperti orang mengatakan "qatha'ahu" (memotong), tetapi kalau di tasyid huruf tengahnya "qaththa'ahu" maka artinya memotong-motong.

Demikian juga 'addahu artinya menghitung, tetapi 'addadahu artinya benar-benar menghitung dengan detail, dia hitung seluruh hartanya. Diklasifikasikan dengan detail oleh dia. Kerjanya setiap hari menghitung hartanya.

Tatkala dia menggumpulkan harta yang banyak maka timbullah kesombongan dalam dirinya. Karena kesombongan itulah maka dia merendahkan orang yang tidak punya harta. Mencela dan mengumpat sebagaimana orang-orang musyrikin Arab yang mencela kaum muslimin yang miskin.

Kita tahu bahwasanya seseorang tatkala memiliki harta yang banyak, mengantarkan dia kepada kesombongan, ini otomatis kalau tidak diimbangi dengan keimanan.

Orang yang naik sepeda tidak bakalan sombong tapi kalau orang naik mobil mewah mau tidak mau dia akan terbawa dengan kesombongan, kecuali orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang menyadari bahwasanya kemewahan tersebut dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Semakin dia memiliki kendaraan yang mewah semakin dia memiliki baju yang mewah, maka dengan sendirinya terpatri kesombongan dalam dirinya, kecuali orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Adapun orang yang naik sepeda, apa yang akan dia sombongkan? Oleh karena kesombongan inilah maka diapun mencela dan mengumpat merendahkan orang lain, kata Allah Subhanahu wa Ta'ala:

يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَه

"Dia mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya."

Dia menyangka bahwasanya hartanya tersebut akan mengekalkan dia. Dan ini persangkaan banyak orang. Dengan harta yang banyak maka dia akan hidup lebih lama, dia merasa demikian.

Ini tidak benar!

Justru dengan harta yang banyak yang dia hitung-hitung justru akan memendekkan umurnya, kenapa?

Karena sibuk memikirkan hartanya.

Antum kira mikir harta tidak susah?

Susah mikir harta itu. Mikir mengumpulkan harta susah, menghitung-hitung dan menjaganya juga susah, mengklasifikasikannya juga susah, apalagi ada rasa pelit dalam dirinya membuat hidup dia gelisah.

Justru orang yang berinfaq dengan hartanya di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka Allah akan panjangkan umurnya, kenapa?

Karena dia tentram, Allah memberi kenikmatan harta yang dia gunakan dijalan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Pikiranya jadi tenang.

Oleh karenanya ini adalah persangkaan yang salah, yaitu tatkala dia menghitung-hitung hartanya. Sebagaimana Allah mengatakan:

 يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَه

"Dia menyangka bahwasanya hartanya akan bisa mengkekalkannya."

Allah bantah:

 كَلَّاۖ

"Sekali-kali tidak (tidak benar)!"


Tidak benar orang yang hartanya lebih banyak akan lebih panjang umurnya, lebih bahagia, lebih nikmat, belum tentu.

Sampai disebutkan ada seorang yang kaya raya, seorang raja disebutkan berkuasa selama 50 tahun. Suatu saat dia duduk termenung merenungkan hari-hari yang dia benar-benar merasakan kebahagiaan.
Dia hitung:

> pada hari tersebut saya pernah bahagia sekali karena demikian-demikian,
> hari berikutnya saya pernah bahagia sekali karena demikian-demikian,
> hari berikutnya saya pernah bahagia karena demikian-demikian.

Setelah dia hitung-hitung kebahagian itu hanya sampai 20 hari. Selama 50 tahun yang benar-benar dia merasakan kebahagiaan tidak sampai 20 hari.

Kemana hari-hari yang lain?

Hari-hari yang lain dia sibuk mikir prajurit, dunia, kekhawatiran dan ketakutan. Oleh karenanya harta banyak bukan jaminan orang akan hidup tentram kemudian tidak stress, tidak! Allah mengatakan: كَلَّا.

Kalau ingin hidup tentram justru harta dikeluarkan untuk bersedekah, tentram. Allah berikan kebahagiaan bagi orang yang membantu orang lain.

Orang yang mengumpulkan hartanya sehingga hartanya banyak, kemudian dia sombong dan angkuh, kemudian dia mulai mencela mencaci maki orang lain, merendahkan orang lain maka dia ini kata Allah:

لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَة

"Sungguh-sungguh dia akan dilemparkan ke dalam neraka huthamah."

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَة

"Tahukah kalian apa itu huthamah?"


Diantara nama-nama neraka adalah huthamah dan al-huthamah ini tidak disebutkan di dalam ayat manapun di dalam Al Quran kecuali dalam surat ini (Al Humazah).

Oleh karenanya surat Al Humazah dikenal juga dengan surat Al Huthamah, kenapa?

Karena penyebutan nama neraka Al Huthamah tidak ada kecuali dalam surat Al Humazah.

Al Huthamah diambil dari "tahtim" yang dalam bahasa Arab artinya "mengancurkan".

Api neraka, bila sudah mengenai penghuni neraka maka tidak ada yang disisakan oleh api neraka Jahannam. Semuanya mengenai anggota tubuh baik tulang maupun ususnya, semuanya di bakar.

Dibakar bagian luar dan dalam. Apinya masuk ke dalam tubuh, baik bagian luar maupun dalam di bakar oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tidak ada yang tersisa dari tubuhnya.

Demikianlah apa yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini, In sya Allah  besok kita lanjutkan.


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



---------------------------------------------
via Group WA BiAS (BimbinganIslam.com)

Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H0402
---------------------------------------------










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)