Artikel Bin Baz

Islamic Centre Bin Baz

TAFSIR SURAT AL HUMAZAH (BAGIAN 3)

Abu Bassam | Selasa, 14 Maret 2017 - 08:38:52 WIB | dibaca: 3104 pembaca

Oleh: Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA Hafizhahullah

الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه

    
Kita melanjutkan kajian kita, tafsir Juz'amma surat Al Humazah

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَة

"Tahukah kalian apa itu neraka Huthamah?"

نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ

"Api neraka Allah yang dinyalakan."

Disebutkan bahwa api neraka itu sudah panas, kemudian dinyalakan 1000 tahun oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk dipanaskan lagi, kemudian dipanaskan lagi 1000 tahun sampai apinya menjadi hitam, bukan berwarna merah tetapi berwarna hitam karena saking panasnya.

Setelah dipanaskan ribuan tahun oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala maka disiapkan bagi orang yang kafir.

Kemudian Allah jelaskan kenapa neraka Jahannam dikatakan Al Huthamah, yaitu karena menghancurkan.  Allah sebutkan contohnya:

الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَة

"Yaitu yang membakar sampai ke jantung (sampai ke hati)."

Artinya neraka tersebut tatkala membakar bukan cuma bagian luar tetapi sampai masuk ke dalam tubuh, seluruh usus-usus dan sel-sel semuanya terbakar.

Semoga kita terlindung dari neraka Jahannam.

Mereka dibakar, jantung mereka dibakar, "wahum ahya" (mereka dalam keadaan hidup), kata para ulama salaf.

Jantung mereka dibakar oleh api neraka Huthamah dan mereka dalam keadaan hidup, dibakar dalam keadaan mereka merasakan, dibakar dalam keadaan mereka masih bisa berbicara dibakar dengan adzab yang sangat pedih.

Inilah kenapa neraka Jahannam dikatakan dengan Al Huthamah.

Allah mengatakan, نَارُ اللَّهِ, apinya Allah. Tatkala Allah mengatakan apinya Allah untuk menunjukan bahwa api tersebut bukan seperti api biasa tetapi api yang berbahaya, yang menyiapkan api tersebut adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Sebagian ulama mengatakan kenapa Allah menyebutkan jantung, api yang sampai kedalam jantung?

Kata para ulama, karena Allah maha adil, seorang tatkala dia mencela dan mencerca yang timbul karena kesombongan dan kesombongan tempatnya di hati. Oleh karenanya hatinya yang dibakar oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Kata Allah:

 إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ

"Sesungguhnya neraka Jahannam tersebut ditutup rapat."


Arti  مُؤْصَدَةٌ adalah "ditutup oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala." Tidak mungkin mereka bisa keluar, ditutup pintu-pintunya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Neraka Jahannam itu ada pintu-pintunya. Setelah dimasukan kemudian ditutup, mustahil mereka keluar.

Kata Allah:

وَمَا هُم بِخَارِجِينَ مِنْهَا

"Mereka tidak mungkin bisa keluar."


(QS Al Maidah: 37)

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ

"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke lubang jarum."


(QS Al A'raf: 40)

Mereka tidak bisa keluar dari neraka Jahannam. Pintunya ditutup bagaimana bisa keluar?

Kata Allah:

 فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ

"Mereka disiksa dalam tiang-tiang yang dipanjangkan."

Ada dua pendapat dari kalangan ulama tentang tiang-tiang dipanjangkan ini:

· Pendapat pertama |

Maksudnya setelah neraka Jahannam ditutup maka Allah datangkan tiang-tiang yang panjang untuk menutup neraka.

Jadi tidak hanya pintunya, setelah pintunya ditutup dikasih tiang-tiang untuk memaku dan mengikat neraka Jahannam tersebut sehingga menunjukan tidak mungkin dibuka.

Orang kafir, apabila sudah masuk neraka Jahannam tidak mungkin terbuka, kenapa? karena pintunya sudah ditutup, setelah ditutup kemudian diberi besi yang panjang untuk mengikat pintu-pintu tersebut.

· Pendapat yang kedua |

Orang-orang kafir yang masuk neraka Jahannam mereka dibakar dalam keadaan mereka dililit dengan besi. Kemudian dipanggang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, ditangan dan kaki  mereka  diberi belenggu, diberi rantai dan badan mereka diberi besi-besi lalu dibakar oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. وَالعِيَاذُ بِاللهَ

Ini adalah tafsir dari surat Al Humazah yang mengingatkan kepada kita akan bahayanya mencerca dan mencela tanpa hak, karena kesombongan pada diri kita. Yang kemudian kita begitu mudah merendahkan orang lain.

Ada orang yang demikian, ketika sedikit dia diganggu langsung mencela, mencaci maki. Ini bukan sifat orang Islam. Diganggu sedikit dia balas dengan cercaan dan celaan yang begitu banyak.

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلاَ اللَّعَّانِ

"Seorang mukmin bukan pencela atau pelaknat."

(HR Tirmidzi nomor 1977)

Baru diganggu sedikit saja sudah mengatakan:
"Terlaknat kamu."
"Tercela kamu."
"Dasar ini, dasar itu."

Ini bukan ciri orang Islam, هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ (pengumpat dan pencela).

Mencela, menghina dengan gerakan tubuhnya atau mencela atau menghina dengan lisannya.

Demikianlah apa yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini,  In sya Allah  besok kita lanjutkan tafsir surat yang lain.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

---------------------------------------------
via Group WA BiAS (BimbinganIslam.com)

Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H0403

---------------------------------------------










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)