Artikel APU

Atturots Peduli Umat

Tarbiyatul_Aulad (Pendidikan Anak): TOH DIA MASIH KECIL?

Abu Bassam | Rabu, 27 Juli 2016 - 09:24:05 WIB | dibaca: 1313 pembaca

Kadang kita mendengar orang berkata, "dia kan anak kecil yang belum baligh, kalaupun dia berbuat salah tidak mungkin akan dicatat kesalahannya, jadi jangan terlalu membatasi anak lah."

Sepintas ungkapan di atas benar adanya, namun coba perhatikan perkataan ulama kita berikut ini.

Imam Ibnul Qoyyim ΩΨ±ΩŽΨ­ΩΩ…ΩŽΩ‡Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‡ menuturkan:

 "Ψ§Ω„Ψ΅Ψ¨ΩŠ وΨ₯Ω† Ω„Ω… ΩŠΩƒΩ† مكلفًا ΩΩˆΩ„ΩŠΩ‡ مكلف Ω„Ψ§ ΩŠΨ­Ω„ Ω„Ω‡ ΨͺΩ…ΩƒΩŠΩ†Ω‡ Ω…Ω† Ψ§Ω„Ω…Ψ­Ψ±Ω… فΨ₯Ω†Ω‡ يعΨͺΨ§Ψ―Ω‡ ويعسر فطامه ΨΉΩ†Ω‡ .."

"Sekalipun anak kecil itu bukan mukallaf (terbebani menjalankan syari'at), namun tidak boleh bagi walinya untuk membiarkannya berbuat yang haram sehingga anak tersebut terbiasa melakukannya dan sulit untuk meninggalkannya."

[Tuhfah al-Maulûd, hal. 162]

Perkataan tersebut sebagai cambuk bagi kita semua agar kita lebih perhatian dalam mendidik anak kita. 

Tak ada maksud untuk membatasi atau memproteksi kebebasan anak, namun hanya ingin melatih anak agar terbiasa melakukan hal-hal yang baik dan positif sehingga terbentuk karakter shalih di kemudian hari.

Wabillâhit Taufîq..

oleh: Ustadz Abdul Basith, Lc Ψ­ΩŽΩΩΨΈΩŽΩ‡Ω اللهُ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰ 
_

via Group WA Suara Al-Iman SURABAYA
 
 
Baca Juga:
 
ORANG BERIMAN MENCINTAI DAN MENDOAKAN KEBAIKAN UNTUK SAHABAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
 

PEMIMPIN YANG BERBUAT GHISY KEPADA RAKYATNYA (BAGIAN 1)

 
 










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)