Artikel Bin Baz

TIPS DAN CARA AGAR KHUSYU DALAM SHALAT

Abu Bassam | Kamis, 15 Oktober 2015 - 10:30:02 WIB | dibaca: 4009 pembaca

oleh: Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

■ PERTANYAAN:

Apakah urgensi/kedudukan khusyu' dalam shalat?

■ JAWABAN:

Khusyu' dalam shalat seperti ruh dalam jasad. 

Bisa kita bayangkan, ada jasad tanpa ruh, demikianlah seperti shalat tanpa khusyu'.

Oleh karenanya, para ulama telah menjelaskan bahwasannya kadar khusyu' seseorang dalam shalatnya, sebesar kadar itulah orang mendapatkan pahalanya.

Artinya kalau dalam shalatnya tidak ada khusyu'nya sama sekali, makan pahalanya akan hilang.

Adapun orang yang bisa khusyu' maka dia akan mendapatkan pahala yang luar biasa. 

Dalam suatu hadits, kata Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam:

مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوْئِ هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لاَ يُحَدِّثُ فِيْهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

"Barangsiapa berwudhu' seperti wudhu'ku ini, kemudian shalat dua raka'at dan tidak mengajak jiwanya berbicara dalam kedua raka'at tadi, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari) 

Setelah berwudhu' dengan tata cara wudhu' Nabi, kemudian dia shalat dua raka'at, kata Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam: 

"Tidak mengajak jiwanya berbicara." Artinya apa? Dia tidak mengajak jiwanya berbicara tentang dunia tetapi dia khusyu', benar-benar yang dipikir adalah akhirat.

Apa ganjarannya? Kata Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam: "Maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Kita semua ingin diampuni dosa-dosa kita.

Diantara cara agar diampuni dosa-dosa kita adalah shalat 2 raka'at yang dikerjakan dengan khusyu', maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.

Oleh karenanya, Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah rahimahullah menyebutkan: "Bisa jadi 2 orang shalat di shaf yang sama, berdampingan, akan tetapi pahala keduanya seperti langit dan bumi."

Kenapa? Satunya khusyu' dan yang satunya lagi tidak.

Bisa jadi seseorang gaya shalatnya sama, sunnah-sunnah yang zhahir sama, tapi tatkala dalam hatinya berbeda maka pahalanya akan berbeda di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.
 

■ PERTANYAAN:

Bagaimana kiat-kiat (tips-tips) supaya shalat kita bisa khusuk? 

■ JAWABAN:

Tentunya kita tahu, bahwasannya khusyu' dalam shalat adalah hal yang sangat penting. Dan seseorang harus betul-betul berusaha meraih kekhusyu'an. Dia harus berusaha melatih dirinya agar bisa meraih kekhusyu'an. Namun, seperti yang kita ketahui, meraih kekhusyu'an dalam shalat bukanlah perkara yang mudah, perkara yang perlu diperjuangkan.

Di antara kiat-kiat yang disebutkan oleh para ulama adalah:

● ⑴ Memiliki Sifat IHSAN Tatkala Shalat.

Ihsan, sebagaimana perkataan Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ 

"Engkau beribadah seakan-akan engkau melihat Allah dan jika engkau tidak bisa melihat Allah maka yakinlah Allah melihat kamu."

Seseorang, kalau dia ihsan, dia merasa Allah sedang melihat dia shalat. Bukan hanya melihat perbuatannya, bukan hanya melihat gerak shalatnya, bahkan hatinyapun dilihat oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ (٢١٧) الَّذِي يَراكَ حِينَ تَقُومُ (٢١٨) وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ (٢١٩)

"Dan bertawakkal-lah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat) , dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud." (QS. Asy Syu'ara : 217-219)

Bertawakkal-lah engkau kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang melihat engkau tatkala engkau berdiri dan tatkala engkau sujud bersama orang yang sujud pun Allah melihat.

Kita, tatkala shalat, yakin Allah melihat kita dan sedang menilai kita.

أَلَمۡ يَعۡلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ

"Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?" (QS Al Alaq: 14)

Tidakkah dia mengetahui Allah sedang melihat? Bahkan Allah melihat isi hati kita. Allah melihat apa yang disembunyikan dada kita. Dalam hati kita yang sedang memikirkan dunia Allah tahu. Meskipun kita mengucapkan "Allahu akbar", meskipun semua orang melihat kita sedang melihat ke arah sujud, seakan-akan kita khusyu', tapi hati kita melayang kemana-mana, Allah tahu.

Apakah kita tidak malu tatkala Allah melihat kita, kita sedang berhadapan dengan Allah, tapi hati kita kemana-mana? Tentunya kita malu karena tidak beradab di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Oleh karenanya, tatkala kita menghadirkan sikap IHSAN, bahwasannya Allah melihat kita, kita akan bisa lebih mudah untuk khusyu'. 

Kalau ada orang shalat, kemudian dia tahu bahwa ada kamera yg men-shooting-nya, dan dia tahu bahwasannya kamera ini akan me-live-kan shalatnya, diputar di channel-channel televisi, bagaimana kira-kira khusyu'nya?

Dia akan khusyu' luar biasa. Penampilan sangat OK, "Allahu akbar"nya mantab. Kenapa? Karena dia tahu semua orang sedang melihat dia.

Sekarang rubah cara berfikir demikian ! 

Yakinlah bahwa Allah sedang melihat apa yang sedang dia lakukan . Oleh karenanya tatkala dia meyakini Allah sedang melihat dia, maka dia akan lebih mudah untuk khusyu'. 

Diantara kiat-kiat untuk meraih kekhusyu'an yaitu diantaranya, 

● ⑵ Berusaha Memahami Apa yang Sedang Kita Baca.

Para ulama mengatakan bahwa berbeda antara orang yang membaca surat dengan membaca terjemahan dengan yang tidak membaca terjemahannya. Kalau dia tahu terjemahannya akan lebih khusyu'. Berbeda lagi bagi orang yang membaca tafsirnya meskipun tafsir yang ringkas.

Membaca Al Fatihah dengan terjemahannya sudah berbeda dengan yang tidak tahu terjemahannya. Berbeda lagi bagi orang yang membaca Al Fatihah dengan tafsir ringkasnya.

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ

"Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." 

ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

"Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."

مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ

"Yang menguasai hari pembalasan."

Kalau dia baca tafsirannya akan lebih khusyu' dalam shalatnya. Dia tahu apa yang dia ucapkan tatkala sedang shalat, terutama surat yang sering dia baca atau dzikir yang sering dia ucapan. Ini akan menjadikan dia lebih khusyu' dalam shalatnya.

Kata Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam:

 فَإِنَّهُ يُنَاجِي رَبَّهُ 

"Dia sedang bermunajah (sedang berbicara) dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala." (HR Bukhari no. 405, Muslim no. 551, dan yang lainnya) 

Maka, hendaknya dia mengerti apa yang di ucapkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Diantara yang bisa mempermudah orang untuk khusyu' yaitu, 

● ⑶ Menjauhi Kemaksiatan.

Sesungguhnya kemaksiatan itu memberi pengaruh dalam hati kita. Seseorang yang tatkala di luar shalat mengumbar pandangannya, dia meng-ghibah orang lain, hatinya menjadi keras. Dia tidak peduli dengan orang lain, menyakiti hati orang lain, bermaksiat kepada orang lain, menzhalimi orang lain maka hatinya akan menjadi keras. 

Bukankah setiap kita melakukan maksiat maka dalam hati kita diberi titik-titik hitam? Semakin banyak maksiat yang kita lakukan semakin hitam hati kita. Dan tatkala kita ingin khusyu', nggak mau hati kita.

Ini adalah diantara keburukan maksiat, yaitu HATI KITA BERKHIANAT tatkala sedang kita butuhkan. Kita ingin khusyu' tapi hati kita tidak mau. 
Kita ingin merenungkan akhirat tapi hati kita mengajak kita memikirkan dunia. Kita ingin merenungkan surga, hati kita mengajak kita merenungkan pasar. Oleh karena kita sudah menghitamkan hati kita dengan berbagai macam maksiat, maka hati kita tatkala diajak untuk khusyu' dia berkhianat, dia tidak mau.

Khusyu' bukan perkara yang sepele. Tapi khusuk itu berkaitan dengan sikap kita sehari-hari. Bagaimana kita tatkala di luar shalat, itu mempengaruhi kekhusukan kita dalam shalat.

Diantara sarana yang memudahkan kita untuk khusyu' yaitu, 

● ⑷ Bersegera ke Masjid. 

Ini yang terkadang dilupakan oleh sebagian orang. Sebagian orang bersegera ke masjid tapi dengan terburu-buru, tergesa-gesa. Ketika sudah dikumandangkan adzan, dia masih ngobrol sama temannya. "Bagaimana kabar antum?" (Temannya menjawab:) "Sudah adzan, Mas." (Jawabnya:) "Sebentar, imamnya lama qamatnya" Begitu "Allahu Akbar (takbiratul ihram)", langsung lari terburu-buru.

Sehingga dia lari ke masjid dan shalat sambil ngos-ngosan. Bagaimana bisa khusyu'? Begitu masuk masjid, dia mendapati imam lagi ruku'. Dia ingin mendapatkan ruku', tetapi ketika mau ruku', tahu-tahu imamnya "Sami'allahu li man hamidah". "Wah, imamnya kecepetan (pikirnya)." Akhirnya, shalat dalam keadaan dongkol, jengkel sama imam. 

Berbeda dengan orang yang datang ke masjid di awal waktu. Begitu adzan dikumandangkan, dia segera berwudhu' kemudian ke masjid. 
Sampai di masjid dia shalat 2 raka'at, kemudian kalau sempat dia baca Al Quran. Ini muqadimmah (persiapan-persiapan) yang melembutkan hati kita.

Kemudian dia berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dia sudah berbicara dengan Allah sebelum shalat. Begitu dia shalat, siaplah hatinya.

"Allahu Akbar (takbiratul ihram)", sudah siap hatinya untuk bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ini adalah kiat-kiat yang penting agar kita bisa khusyu' dalam shalat.

Dan perlu diketahui bahwasannya, 

◆ ⑴ Dia berusaha meyakini bahwasanya mungkin saja ini shalat dia yang terakhir. Oleh karenanya, sebagian Salaf ketika tahu akan dibunuh, mereka minta untuk shalat. Mereka ingin ibadah mereka sebelum dipanggil oleh Allah adalah shalat. Dan kita tahu itu ibadah yang sangat mulia. 
Oleh karenanya, kita anggap jangan-jangan ini shalat kita yang terakhir, sehingga kita berusaha untuk shalat sekhusyu'-khusyu' nya.

Kemudian juga, 

◆ ⑵ Kita berfikir jangan-jangan shalat kita yang 2 raka'at yang kita anggap sepele ini yang membuat kita masuk surga. Tatkala kita berharap 2 raka'at shalat kita ini merupakan sebab masuk surga, maka kita akan berusaha shalat sekhusyu'-khusyu' nya.

Buat apa kita shalat tanpa khusyu' ?
Kita rugi, sudah capek menyempatkan waktu shalat 5 menit, ternyata pahalanya sedikit, rugi. 

Oleh karenanya, jangan sampai kita menghabiskan waktu, pikiran kita kemana-mana. Lebih baik kita khusyu' dan mendapatkan pahala dan dijanjikan surga oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

----------------------------------------------------
sumber: Group WA BiAS (BimbinganIslam.com)
 
Download Audio: 
https://drive.google.com/file/d/0B1e0BM9z9hzYTHFmYzVaQkh4T0k/view?usp=docslist_api












Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)