Artikel Pondok Jamil

Pondok Jamilurahman

TIUPAN SANGKAKALA PERTAMA

Abu Bassam | Sabtu, 17 Oktober 2015 - 09:45:35 WIB | dibaca: 4579 pembaca

ilustrasi

oleh: Ustadz 'Abdullah Roy, MA

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله


Termasuk beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan akan ditiupnya sangkakala. 

Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam pernah ditanya, 
"Apa itu sangkakala?" Maka Beliau mengatakan, "Tanduk yang ditiup." (Hadits shahih riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan juga Nasa'i).

Beberapa ayat menunjukkan bahwa sangkakala akan ditiup 2 kali, diantaranya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, 

ﻭَﻧُﻔِﺦَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺼُّﻮﺭِ ﻓَﺼَﻌِﻖَ ﻣَﻦْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﻣَﻦْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ الَّا ﻣَﻦْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ۖ ﺛُﻢَّ ﻧُﻔِﺦَ ﻓِﻴﻪِ ﺃُﺧْﺮَﻯٰ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻫُﻢْ ﻗِﻴَﺎﻡٌ ﻳَﻨْﻈُﺮُﻭﻥَ

"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri, menunggu." (QS. Az Zumar 68)

Tiupan sangkakala yang pertama, dengannya meninggal semua yang ada di langit dan di bumi, kecuali yang Allah kehendaki.

Tiupan ini terjadi di hari Jum'at, sebagaimana dalam Shahih Muslim. 

Dan setiap hari Jum'at, hewan-hewan (mereka) senantiasa memasang telinga antara waktu Shubuh sampai terbit matahari karena takut bila ditiup sangkakala pada hari tersebut. (Hadits shahih, riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan juga Nasa'i)

Bila terdengar, maka semua akan mencondongkan lehernya dan mengangkatnya. Dan yang pertama kali mendengar adalah seorang laki-laki yang sedang memperbaiki penampungan air untuk minum untanya. Maka diapun mati dan matilah semua manusia. (HR Muslim)

Waktu tersebut sangat singkat sehingga seseorang tidak akan sempat berwasiat dan tidak ada waktu kembali ke keluarganya, mereka meninggal di tempatnya masing-masing.

ﻣَﺎ ﻳَﻨﻈُﺮُﻭﻥَ ﺇِﻟَّﺎ ﺻَﻴْﺤَﺔًۭ ﻭَٰﺣِﺪَﺓًۭ ﺗَﺄْﺧُﺬُﻫُﻢْ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﺨِﺼِّﻤُﻮﻥَ ﴿٤٩﴾ ﻓَﻠَﺎ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻴﻌُﻮﻥَ ﺗَﻮْﺻِﻴَﺔًۭ ﻭَﻟَﺂ ﺇِﻟَﻰٰٓ ﺃَﻫْﻠِﻬِﻢْ ﻳَﺮْﺟِﻌُﻮﻥَ ﴿٥٠﴾

"Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. Lalu mereka tidak kuasa membuat satu wasiatpun dan tidak pula dapat kembali kepada keluarganya". (QS. Yasin: 49-50)

Di dalam Shahih Bukhari disebutkan bahwa ada sebagian yang sudah mengangkat makanan ke mulutnya namun tidak sempat memakannya karena sudah ditiup sangkakala. 

Meninggallah seluruh manusia dan kerajaan hari itu adalah milik Allah Subhanahu wa Ta'ala semata. 

Ketahuilah, bahwa malaikat yang akan meniup sangkakala sekarang telah menaruh sangkakala di mulutnya, mengerutkan dahi, memasang telinganya, menunggu sewaktu-waktu diperintah oleh Allah 'Azza wa Jalla. (Hadits shahih riwayat Tirmidzi)

Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam ketika mengabarkan para shahabat dengan kabar ini, Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam menyeru shahabat untuk mengatakan:

حَسْبُنَا اللهُ ونِعْمَ الوَكِيْلُ عَلَى اللّهِ تَوَكَّلْنَا

"Cukuplah Allah bagi kita dan Dialah sebaik-baik wakil, hanya kepada Allah kita bertawakkal." (HR Tirmidzi)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah-halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 

'Abdullah Roy, 
Di kota Al-Madinah

sumber: Group WA BiAS(BimbinganIslam.com)
Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS

Download Audio: https://drive.google.com/open?id=0B1e0BM9z9hzYN3g4bXRpeU11QnM










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)